Rabu, 11 Mei 2016

ANAK SEBATANG KARA YANG SUKSES

Pada suatu hari tinggal seorang pemuda,ia hidup miskin yang ditinggal oleh orang tuanya yang telah lama meninggal.Namanya adalah Tofiq sekarang ia hidup sebatang kara yang masih sekolah dan mencari uang untuk kehidupan sehari hari.Tofiq masih berada di bangku SMA sebentar lagi akan ujian nasional.
Suatu saat dia pergi ke sekolah , lalu setelah pulang sekolah ia bekerja sampai sore . Malamnya baru ia mulai belajar . Pada pagi harinya ia harus meniyipkan dagangannya ke warung warung yang ia biasa titipkan . Namun pada saat itu ia telamabat ke sekolah , sehingga dia di hukum karena ia terlambat ke sekolah.
1 bulan menjelang UN Tofiq mempersiapkan pelajaran yang akan di hadapi pada saat ujian nasional . Dia belajar hari demi hari untuk mempersiapkan pada saat un. Teman temanya juga ikut belajar kelompok dengan dia karena dia terkenal dengan kepandaiannya.
Hari terus berlalu dan UN akn dilaksanakan 2 minggu lagi . Tofiq terus menambah jam pelajarannya walaupun pekerjaan yang lain masih banyak. Ia belajar dengan giat dan pekerjaannya juga dapat terselesaikan dengan bagus.
Suatu hari ia berjalan menuju took untuk bekerja dengan berjalan kaki . Tiba tiba ada mobil yang hendak menabrak Tofiq hingga akhirnya ia masuk rumah sakit. Teman temannya menjenguk Tofiq dan member semangat untuknya agar ia bisa mengikuti UN.
Beberapa hari ia dirawat di rumah sakit hingga ia tidak tau pulangnya karena ia belum membayar tagihan di rumah sakit. Lalu teman temannya dan guru guru ikut menyumbang dan memberikan uang tersebut untuk membayar tagihan rumah sakit tersebut.
Tinggal 4hari lagi UN akan di laksanakan Tofiq sudah bisa beraktivitas seperti biasa dan ia belajar kembali untuk mengghadapi UN. Hari semakin dekat dengan UN dan persiapannya telah di siapkan seperti alat tulis .
Seperti biasanya Tofiq bekerja di sore hari dan ia pergi ke sana dengan berjalan kaki . setelah selesai bekerja ia pergi ke rumah untuk belajar karena sebentar lagi akan menghadapi UN. Hari terus berjalan hingga tak terasa UN akan di mulai 2 hari lagi.
Tofiq kembali lagi untuk bekerja karena ia akan melanjutkan ke universitas yang ia inginkan. Tetapi sakitnya kembali kambuh karena sering bekerja sangat berat , sedangkan kata dokter Tofiq jangan terlalu capek karena jaitannya belum kering.
Tofiq merasa kesakitan tetapi besok mulai UN dan ia harusmasuk sekolah . Sesampainya di sekolah di langsung mengerjakan soal soal dengan rasa kesakitan yang sangat perih . Dan ia mengerjakan dengan tenang dan tidak tergesa gesa .
UN pun telah selesai dan pengumuman sebentar lagi dan Tofiq merasa takut lulus atau tidak dan di terima ke universitas yang di inginkan atau tidak . Lalu ia ke sekolah untuk melihat pengumuman . Ternyata hasilnya memuaskan dan masuk ke universitas yang di inginkan .

Jadi di balik peristiwa tersebut kita harus mengambil hikmah dan harus bersabar . Lalu tetap harus berusaha menjadi yang terbaik .

Selasa, 26 April 2016

Tetangga Kok Begitu?


Perhatian: Saya sama sekali tidak bermaksud untuk mencari masalah, tetapi hanya sekedar curhatan belaka, baik untuk tetangga yang kiri, maupun tetangga yang kanan. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada pihak-pihak yang kurang berkenan. Tetapi jika tetangga-tetangga saya membaca ini, mungkin bisa dijadikan bahan refleksi juga untuk kehidupan bertetangga. Terima kasih.
Tempat saya tinggal dari kecil sampai sekarang adalah sebuah kompleks yang aman, damai, dan tenteram. Saya sangat bahagia tinggal di kompleks ini sepanjang hidup saya. Rata-rata tetangganya baik-baik dan ramah, lingkungan sekitar juga nyaman banget deh! Kenapa saya sebut rata-rata tetangganya baik-baik dan ramah? Karena ada ajaaaaaa tetangga yang memang bikin keki!.
Tetangga sebelah rumah saya itu adalah dua orang gadis berumur di atas 50 tahun. Iya, kenapa saya menyebutnya gadis ? Ngerti sendiri lah ya. Nah, dua orang gadis ini adalah kakak beradik gitu. Satu aja repot kan ? Apalagi kalo dua? Nah... Silakan dibayangkan sendiri. Tetangga ini adalah tetangga yang sama dari sejak saya dilahirkan ke dunia sampai sekarang, jadi saya kenal betul sifat dan bagaimana pergaulan antar tetangganya. Dulu si kakak beradik ini tinggal bersama ibunya. Setelah ibunya meninggal, jadi tinggal mereka berdua saja.
Ciri-ciri si tetangga ini adalah, JUDES ABIS. Semua tetangga-tetangga sekitar rumah yang lain juga suka bilang ke kita kalau tetangga kita yang satu itu memang seperti tidak mau bergaul. Ya, rada ekslusif gitu deh. Tiap pagi sih saya suka liat dia jalan ke pasar, plus saya sih masih manggil walaupun sekedar basa basi saja. Yang saya tau, dari dulu dua gadis ini tidak pernah cocok sama yang namanya pembantu.
Menurut curhatan para pembantunya ke pembantu saya di masa lalu sih, katanya para pembantunya ini rajin banget dimarah-marahin, plus dua nyonyanya itu pelit parah. Sebagai contoh, rumah segitu besar, kalau malam lampu yang nyala cuma 2 biji dan remang-remang. Namanya gosip antar pembantu, tentu cepat lah ya nyampenya. Kayaknya gak ada pembantu yang tahan lebih dari setahun deh sama mereka. Sekarang sih mereka sudah gak pakai pembantu lagi.
Sebetulnya, punya tetangga yang judes, menyebalkan, galak, itu mah sudah biasa kali ya. Tetapi ketika hal tersebut berhubungan langsung dengan diri kita, nah itu baru mengganggu. Kejadiannya itu dimulai dari saat saya merenovasi rumah. Kebetulan rumah saya dirombak total dan dibangun ulang dari pondasi. Jadi sudah pasti dong ya, banyak tukang dan banyak debu. Nah, setiap hari, si duo gadis ini menelpon mama saya atau saya, dan berkicau. Begini lah, begitu lah, komplen sana sini. Nelepon tetangga, isinya cuma makian, dan ketusnya, alamaakkkk... Padahal beberapa tahun sebelumnya, mereka juga melakukan hal yang sama alias merenovasi total rumahnya. Malah dahulu lebih parah, pernah ada balok kayu besar minta ampun mendadak terlempar ke rumah saya dan hampir menghantam mama saya. Tapi berhubung kita gak pernah nyari ribut, ya sudah kita diam-diam saja lah.
Nah, kegilaan dua gadis ini bertambah lagi. Gara-gara kita renovasi rumah, mereka juga gak mau kalah. Kegilaan pertamanya adalah: ikut meninggikan dinding! Kemudian mereka juga menambah teralis dan pagar besi di samping rumah, kesannya itu kayak tukang-tukang yang kerja di rumah saya mau ngemaling di rumah dia. Saking parnonya mereka, setiap malam, mereka yang biasa pelit, lampunya jadi TERANG BENDERANG!! Ditambah lagi, dia telepon ibu saya, ngoceh, katanya tukangnya kerja itu gak boleh sama sekali mampir di area rumah dia. LAH! Namanya kita lagi bikin dinding, sudah pasti ada dua sisi dong? Sudah gitu saat ada kotor2 sedikit di tembok mereka, merek ribut lagi, minta kontraktor saya untuk cat tembok SEGERA.
 Padahal kontraktor saya sudah bilang, begitu proyek selesai, bagian tembok dia akan dicat ulang. Kontraktor saya pun suka ditelepon langsung dan cukup kenyang dimaki, sampai rasanya si kontraktor lumayan frustasi dan sampai mengadu ke mama saya kalau dia stress pas bangun rumah saya gara-gara suka dimaki sama di duo gadis. Ya, sebenarnya sih, dari si duo gadis itu, jubirnya cuma satu aja ya. Tapi menurut saya sih, kalau yang satunya baik, dia gak akan mendukung saudaranya untuk melakukan tindakan yang tidak mengenakan. Jadi saya anggap saja mereka merupakan satu kesatuan.
Ada kejadian belum lama ini, waktu itu adik saya pulang malam, dan gak tau kenapa, di depan pagar rumah saya ada mobil sehingga adik saya tidak bisa memasukkan mobilnya. Kemudian di bagian tembok rumah saya juga ada mobil parkir, jadinya adik saya terpaksa parkir di bagian tembok rumah si duo gadis, yang notabene TIDAK menghalangi aktivitas si duo gadis keluar masuk rumah. Saya tuh punya perasaan gak enak, saya bilang ke ibu,"Bu, gawat nih, jangan2 mereka bakalan marah kalau kita parkir di depan tembok rumahnya." Ibu saya bilang, "Gak mungkin lah, gila apa ? Itu kan mestinya gak jadi masalah, apalagi kita tetangga sama-sama kenal." Tapi ternyata dugaan saya terbukti. Pagi-pagi buta, kayaknya sekitar pukul 6.30 pagi deh, telepon saya berdering2, dan kebetulan ibu yang angkat. Benar saja, kita dikomplen dengan nada kasar, dan pakai ancaman "awas" kalau berani parkir lagi. Ibu saya pun akhirnya mengkonfirmasi, kalau duo gadis ini benar-benar ajaib dan di luar ekspektasi!.